Sejarah Valentine’s Day
- Author
- Posted by Isdaryanto at 2:57 PM GMT-7
- Category
- Filed under Islami and Serba-serbi
- Keywords
- Tagged with be my valentine, happy valentine, sejarah valentine day, sejarah valentine's day, valentine, valentine day, valentine menurut islam, valentine's day, valentine's day dalam islam

Valentine Day dalam Pandangan Islam
Sebenarnya ada banyak versi yang tersebar berkenaan dengan asal-usul dari Valentine’s Day, namun pada umumnya kebanyakan orang mengetahui tentang peristiwa sejarah yang dimulai ketika dahulu kala bangsa Romawi memperingati suatu hari besar setiap tanggal 15 Februari yang dinamakan Lupercalia. Peringatan hari besar ini dirayakan untuk menghormati Juno (Tuhan Wanita) dan Perkawinan, serta Pah (Tuhan dari Alam). pada saat itu digambarkan orang-orang muda (laki-laki dan wanita) memilih pasangannya secara diundi, kemudian mereka bertukar hadiah sebagai pernyataan cinta kasih. Dengan diikuti berbagai macam pesta dan hura-hura bersama pasangannya masing-masing.
Perayaan Lupercalia adalah rangkaian upacara pensucian di masa Romawi Kuno (13-18 Februari). Dua hari pertama, dipersembahkan untuk dewi cinta (queen of feverish love) Juno Februata. Pada hari ini, para pemuda mengundi nama–nama gadis di dalam kotak. Lalu setiap pemuda mengambil nama secara acak dan gadis yang namanya keluar harus menjadi pasangannya selama setahun untuk senang-senang dan obyek hiburan. Pada 15 Februari, mereka meminta perlindungan dewa Lupercalia dari gangguan srigala. Selama upacara ini, kaum muda melecut orang dengan kulit binatang dan wanita berebut untuk dilecut karena anggapan lecutan itu akan membuat mereka menjadi lebih subur.
Ketika agama Kristen Katolik menjadi agama negara di Roma, penguasa Romawi dan para tokoh agama katolik Roma mengadopsi upacara ini dan mewarnainya dengan nuansa Kristiani, antara lain mengganti nama-nama gadis dengan nama-nama Paus atau Pastor. Di antara pendukungnya adalah Kaisar Konstantine dan Paus Gregory I (lihat: The Encyclopedia Britannica, sub judul: Christianity). Agar lebih mendekatkan lagi pada ajaran Kristen, pada 496 M Paus Gelasius I menjadikan upacara Romawi Kuno ini menjadi Hari Perayaan Gereja dengan nama Saint Valentine’s Day untuk menghormati St.Valentine yang kebetulan mati pada 14 Februari (lihat: The World Book Encyclopedia 1998).
The Catholic Encyclopedia Vol. XV sub judul St. Valentine menuliskan ada 3 nama Valentine yang mati pada 14 Februari, seorang di antaranya dilukiskan sebagai yang mati pada masa Romawi. Namun demikian tidak pernah ada penjelasan siapa “St. Valentine” termaksud, juga dengan kisahnya yang tidak pernah diketahui ujung-pangkalnya karena tiap sumber mengisahkan cerita yang berbeda. Menurut versi pertama, Kaisar Claudius II memerintahkan menangkap dan memenjarakan St. Valentine karena menyatakan tuhannya adalah Isa Al-Masih dan menolak menyembah tuhan-tuhan orang Romawi. Orang-orang yang mendambakan doa St.Valentine lalu menulis surat dan menaruhnya di terali penjaranya.
Versi kedua menceritakan bahwa Kaisar Claudius II menganggap tentara muda bujangan lebih tabah dan kuat dalam medan peperangan dari pada orang yang menikah. Kaisar lalu melarang para pemuda untuk menikah, namun St.Valentine melanggarnya dan diam-diam menikahkan banyak pemuda sehingga iapun ditangkap dan dihukum gantung pada 14 Februari 269 M (lihat: The World Book Encyclopedia, 1998). Kebiasaan mengirim kartu Valentine itu sendiri tidak ada kaitan langsung dengan St. Valentine. Pada 1415 M ketika the Duke of Orleans dipenjara di Tower of London, pada perayaan hari gereja mengenang St.Valentine 14 Februari, ia mengirim puisi kepada istrinya di Perancis. Kemudian Geoffrey Chaucer, penyair Inggris mengkaitkannya dengan musim kawin burung dalam puisinya (lihat: The Encyclopedia Britannica, Vol.12 hal.242 , The World Book Encyclopedia, 1998).
Lalu bagaimana dengan ucapan “Be My Valentine?” Ken Sweiger dalam artikel “Should Biblical Christians Observe It?” mengatakan kata “Valentine” berasal dari Latin yang berarti : “Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat dan Yang Maha Kuasa”. Kata ini ditujukan kepada Nimrod dan Lupercus, tuhan orang Romawi. Maka disadari atau tidak, -tulis Ken Sweiger- jika kita meminta orang menjadi “to be my Valentine”. Dalam Islam hal ini tentu termasuk Syirik, artinya menyekutukan Allah. Adapun Cupid (berarti: the desire), si bayi bersayap dengan panah, adalah putra Nimrod, the hunter (dewa Matahari). Disebut tuhan Cinta, karena ia rupawan sehingga diburu wanita bahkan ia pun berzina dengan ibunya sendiri!
Menyikapi Hari Valentine
Sejarah Valentine di atas menjelaskan kepada kita apa dan bagaimana Valentine’s Day itu, yang tidak lain bersumber dari paganisme orang musyrik, penyembahan berhala dan penghormatan pada pastor. Bahkan tak ada kaitannya dengan kasih sayang. Lalu kenapa kita masih juga menyambut hari valentine? Adakah ia merupakan hari yang istimewa? Adat kebiasaan? Atau hanya ikut-ikutan semata tanpa tahu asal muasalnya? Bila demikian, sangat disayangkan banyak teman-teman kita -remaja putra-putri muslim – yang terkena penyakit ikut-ikutan mengekor budaya Barat dan acara ritual agama lain.
Allah SWT berfirman :
“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mengetahui tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya akan diminta pertangggungjawabnya? (QS. Al-Isra’ [17]: 36).
Ikut Valentine’s Day berarti menghancurkan kepribadian dan karakter kita sendiri, kepribadian muslim. Maka dari itu jauhilah kebiasaan yang jahiliyah, yang dapat merusak kepribadian kita, merusak keIslaman kita. Jika generasi muda muslim telah rusak, maka Islam ini akan mudah dihancurkan. Kita sebagai muslim memiliki karakter dan kepribadian yang khas dan istimewa berdasarkan teladan Rasulullah SAW. Tanggung jawab kita adalah menyerap, mengamalkan dan memeliharanya. Jadi, mengapa harus mengambil kepribadian orang lain yang belum tentu baik, atau bahkan nyata keburukannya? Wallahu A`lam.
——————————
Sumber : The World Book Encyclopedia 1998










14 Comments
Comment by Lala
salam kenal, makasih udah mampir di t4 ku. Setuju, jangan sampai generasi muda teracuni oleh budaya Valentine2an. Harusnya setiap hari kita selalu menyebarkan cinta dan kasih sayang kpd sesama.
Nice post:)
Comment by nitnot
nice post…
tp ga da salahnya kan memnfaatkan moment valentine untuk lebih menbaRkan cinta?
yach..meski sebenaRnya cinta bs dibeRikan tiap haRi…
^_^
heppy weekend…
Comment by AntiLogin
Nice Post bro…..
That’s a realy muslim…
Comment by feyleo83
valentine valentine, tahun ini aku valentine ama joni (kucingku/kucing hutan tapi jinak)
Comment by agam
mantep ne cerita untuk mengingat temanteman yang munkin agak lupa ne…
Comment by asep
yah koq ga bs di copy padahal pengen menyebar luaskan tulisan ini ke temen temen ane akh..
makasih ya atas informasinya
Comment by garlia
Saya setuju dengan tulisan anda…tapi sy bingung..kenapa di halaman lain justru anda memuat kumpulan sms valentine Day. Smg ini hanya kekhilafan semata…
Comment by Isdaryanto
@garlia > memang benar..judul tulisan “sms valentine” hanya untuk “nembak keyword (kata kunci)” saja, meski begitu di dalamnya tidak ada kata2 ucapan valentine.. meski saya sendiri tidak merayakan atau menganggap hari yang istimewa, sy yakin masih byk yg merayakan hari yg bertepatan dengan tgl 14 Februari tersebut. semoga bisa dipahami dan terima kasih atas masukannya..
Comment by renol ali umar
silahkan saja bagi yang non muslim untuk merayakannya, bagi yang muslim….jgn jual akidah kalian
Comment by nordin
valentine no way.mending poligami.halal.mati masuk surga dapat bidadari.yessss
Comment by Abhiseqa Says
wah ni referensi yang q cari
ijin kopas bos
Comment by AHLI KITAB
Teman2..
Budaya Valentine tuh nggak termasuk budaya agama Kristen baik Protestan,Katolik n Ortodoks.Melainkan suatu budaya dari luar Gereja..
Jadi yang berhubungan dengan Barat belum tentu berhubungan dengan agama Kristen.
INGAT! Bahwa sekarang ini mayoritas orang Barat sudah menganut Atheisme,,bukan Kekristenan lagi.
Disana agama sudah tidak berperan terlalu penting.
Sedangkan filsafat disana semakin maju.
Terlebih itu,,baik agama Nasrani yang ada di Yerusalem,Lebanon,Syiria,Rusia dan agama2 Nasrani dari non-Barat.TIDAK PERNAH mengadakan acara2 Valentine seperti itu.
Terbukti BAHWA agama Nasrani TIDAK pernah memiliki KALENDER RELIGIUS untuk VALENTINE!!!.
Memang sejarahnya Valentine dicetuskan oleh orang yang juga berasal dari agama Nasrani oleh Santo Valentinus untuk meluruskan dan membersihkan pengaruh gelap budaya yang SEBETULNYA,,TAPI SEJARAH SEBENARNYA SEBELUM JAUH ADANYA AGAMA NASRANI BAHWA
VALENTINE SEBELUMNYA TELAH DISELENGGARAKAN UNTUK AGAMA2 PAGAN DENGAN MERITUALKAN DARAH PERAWAN..
JADIII!!!!
VALENTINE ITU BUKAN NASRANI DAN VALENTINE ITU MURNI BUDAYA BARAT TANPA CAMPUR URUSAN AGAMA NASRANI.
PAUS(GEREJA KATOLIK) dan GEREJA PROTESTAN SERTA GEREJA ORTODOKS melarang penggunaan hari2 selain hari2 keagamaan di agama Nasrani.
JADI TIDAK PERNAH orang NASRANI merayakan VALENTINE DI GEREJA,dan GEREJA MELARANG PERAYAAN DI DALAM GEREJA,,karena itu merupakan BUDAYA PENGARUH BARAT.
SO jngan SOK TAHU DULU…
CARI ILMU,BARU BERPENDAPAT!!!
Comment by AHLI KITAB
EHMM BUAT TMEN2KU MUSLIM,,,
MENGAPA HARI RAYA IDUL FITRI SELALU DIWARNAI MAAF-MEMAAFKAN,,???
BUKANNYA HARI MAAF-MEMAAFKAN SETIAP HARI SELALU BISA DISELENGGARAKAN,,??
JADI KALIAN MEMAAFKANNYA PADA SAAT IDUL FITRI YAH??
KACIAN BNGET HRUS MAAF2AN NUNGGU LEBARAN.
KLO AKU SIH SETIAP HARI SELALU MEMAAFKAN ORANG ,, TERMASUK BUAT ORANG YG MEMBUAT POSTINGAN INI..
THX DEHH
CARI ILMU SEBENAR2NYA,,LALU BERPENDAPATLAHH!!!!!!!!!
Comment by Isdaryanto
@ahli kitab > makasih atas masukannya.. btw artikel di atas ada sumbernya, bkn karangan sy sndiri..