Cara Mendidik Anak Agar Disiplin



CARA MENDIDIK DISIPLIN ANAK | TIPS MENDIDIK KEDISIPLINAN ANAK

Bagaimana anda mencegah anak berusia 1 tahun untuk tidak berjalan kearah Video Player? Apa yang harus anda lakukan jika seorang anak kecil menghentakkan kakinya ke lantai karena marah ? Bagaimana caranya anda untuk mendapatkan respek dari anak remaja anda ? Berikut adalah beberapa ide bagaimana cara mendidik anak agar disiplin dalam kehidupan sehari-hari.

Umur 0 – 2 tahun

Bayi atau anak kecil secara natural mempunyai rasa ingin tahu. Dengan demikian sangatlah bijaksana untuk mengurangi semua barang-barang yang dianggap berbahaya seperti video player, stereo, perhiasan , dan khususnya alat (cairan) pembersih dan obat-obatan harus ditempatkan yang baik, tidak dapat terjangkau. Pada saat bayi anda merangkak atau anak kecil anda berlari kesana-sini kearah tempat atau permainan yang berbahaya, dengan kalem bilang “Tidak”. Anda bisa memindahkan si anak dari area tersebut atau mengalihkan perhatian anak tersebut dengan kegiatan lain yang pantas.

Penyetrapan (timeouts) dapat merupakan cara yang efektif untuk mendisiplinkan anak. Seorang anak yang suka memukul, menggigit, atau melemparkan makanan, sebagai contoh, harus diberikan alasan mengapa perbuatan tersebut tidak dapat diterima, lalu bawa anak tersebut ke tempat penyetrapan, kursi di dapur atau di tangga bawah untuk semenit atau dua menit agar anak tersebut kalem (penyetrapan lebih lama tidak akan efektif untuk anak kecil diusia dini).

Sangat penting untuk tidak memukul, atau menampar anak di usia berapa saja. Bayi dan anak kecil khususnya tidak dapat mengerti atau menghubungkan antara perbuatan mereka dan hukuman fisik. Mereka hanya akan merasakan sakit akibat dari pukulan tersebut.

Dan jangan lupa anak-anak belajar dari apa yang mereka lihat orang dewasa lakukan, terutama dari orang tua mereka. Yakinkan tingkah laku atau perbuatan kita sebagai orang tua merupakan bahan contoh model anak-anak. Anda akan membuat kesan yang lebih dalam dengan cara menjauhkan barang milik anda ketimbang memerintahkan anak-anak untuk bermain dengan permainannya sedangkan anda meninggalkan barang milik anda dimana saja.

Umur 3 – 5 tahun

Dengan bertumbuhnya anak anda dan mulai mengerti hubungan antara perbuatan dan konsekuensinya, yakinkan anda memulai komunikasi mengenai peraturan-peraturan di rumah. Jelaskan kepada anak-anak apa yang diharapkan dari mereka sebelum anda memberi hukuman kepada mereka untuk perbuatan tertentu. Sebagai contoh, untuk pertama kalinya anak anda yang berusia 3 tahun menggunakan pinsil warna untuk menggambar tembok ruang tamu, diskusikan mengapa hal tersebut tidak diijinkan dan apa yang akan terjadi jika anak anda melakukan lagi (misalkan, anak anda harus membantu membersihkan tembok dan tidak diperbolehkan untuk menggunakan pinsil warna untuk satu hari penuh). Jika tembok diwarnai beberapa hari lagi, buat peringatan bahwa pinsil warna hanya digunakan di atas kertas saja dan berikan konsekuensi.

Lebih awal orang tua membentuk peraturan dasar seperti “Saya yang membuat peraturan dan kamu diharapkan untuk mendengarkan atau menerima konsekuensinya”, akan lebih baik untuk setiap anggota keluarga. Meskipun kadang lebih mudah bagi orang tua untuk membiarkan anak yang kadang-kadang melakukan perbuatan buruk atau tidak mengikuti beberapa ancaman hukuman, ini akan membentuk contoh yang tidak baik. Konsistensi adalah kunci utama disiplin yang efektif, dan sangat penting untuk orang tua memutuskan bersama peraturan-peraturan yang bagaimana untuk mendisiplinkan anak dan menjunjung peraturan tersebut.

Saat anda semakin jelas dengan tingkah laku yang bagaimana yang mendapatkan hukuman, jangan lupa untuk menghargai perbuatan-perbuatan baik si anak. Jangan menilai rendah dampak positif pujian anda, disiplin tidak hanya tentang hukuman tetapi juga mengenai perbuatan baik. Sebagai contoh berkata “Mama/Papa sangat bangga akan kamu yang berbagi permainanmu di sekolah”. Hal ini biasanya lebih efektif daripada hukuman terhadap si anak untuk perbuatan yang tidak berbagi. Dan lebih spesifik sewaktu memuji anak anda, jangan hanya berkata “Good job!”.

Jika anak anda tetap melakukan perbuatan yang tidak dapat diterima, apapun yang anda lakukan, cobalah membuat chart dengan kolom setiap hari dalam seminggu. Putuskan berapa kali anak anda melakukan perbuatan yang buruk sebelum hukuman dijatuhkan atau berapa lama perbuatan yang semestinya harus ditunjukkan sebelum diberi penghargaan. Pajang chart tersebut di kulkas dan catat perbuatan baik dan buruk setiap hari. Ini akan memberikan anak anda (dan anda) data konkrit tentang apa yang terjadi. Jika ini sudah mulai bekerja, puji anak anda untuk usahanya belajar mengkontrol kelakuannya dan terutama, untuk mengalahkan setiap masalah yang sulit dikendalikan.

Penyetrapan dapat bekerja dengan baik untuk anak di usia ini. Pilih tempat penyetrapan yang sesuai dan bebas dari gangguan-gangguan, dan yang dapat membuat si anak berfikir tentang perbuatannya. Jangan lupa untuk mempertimbangkan berapa lama waktu yang baik untuk si anak dalam penyetrapan ini. Para ahli bilang 1 menit untuk setiap usia si anak adalah merupakan dasar peraturan yang baik digunakan, yang lain merekomendasikan untuk menggunakan penyetrapan sampai si anak kalem (untuk mengajarkan peraturan diri sendiri).

Sangat penting untuk mengatakan kepada si anak perbuatan apa yang baik dilakukan, jangan hanya berkata perbuatan apa yang salah. Misalkan, daripada bilang “jangan loncat-loncat di sofa,” coba, “mohon duduk dikursi dan letakkan kakimu di lantai”.

Semoga sekelumit artikel tentang cara mendidik anak agar disiplin ini bermanfaat bagi kita, khususnya bagi para orang tua. :)

VN:F [1.9.12_1141]
Rating: 5.3/10 (9 votes cast)


Hilangnya Kasih Sayang Dalam Rumah Tangga



MEMBINA KELUARGA BAHAGIA | KASIH SAYANG DALAM KELUARGA

Ikatan perkawinan merupakan sebuah ikatan suci yang terjadi karena adanya kebutuhan dan daya tarik antara laki-laki dan perempuan secara timbal balik. Namun, kehidupan harmonis yang bisa membawa pasangan suami istri menuju ke puncak materi dan spiritual, semata-mata karena adanya unsur “kasih sayang”.

Mungkinkah ada rumah tangga yang bertahan dan kontinu dengan tanpa adanya kasih sayang kendati sesaat pun ? Mungkinkah masing-masing suami istri mampu bertahan menghadapi pasangannya tanpa adanya kasih sayang secara timbal balik dan hubungan kemanusiaan Sementara Allah mendasari kehidupan rumah tangga dengan fondasi “cinta dan kasih sayang“.

Kendati cinta dan kasih sayang adalah unsur penting dalam kehidupan rumah tangga, namun, sikap dan perilaku suami atau istrilah yang akan mengobarkan atau memadamkan api kasih sayang di antara mereka. Baik perilaku muncul berdasarkan kesadaran atau tidak. Berdasarkan kebodohan atau kesengajaan.

Tidak sedikit rumah tangga yang dimulai dengan cinta dan kasih sayang, tetapi karena pasangan suami istri tidak atau kurang mengetahui bagaimana caranya mengendalikan bahtera keluarganya, mereka mengalami kebingungan bahkan sampai tenggelam dalam kehancuran. Ikatan perkawinan yang seharusnya membawa pasangan suami istri mencapai ketenangan dan kedamaian malah membawa mereka ke dalam perselisihan dan dosa.

Tanpa adanya perhatian serius masing-masing pasangan suami istri terhadap prinsip-prinsip kehidupan rumah tangga dan akhlak, bahtera yang dibangun selama ini akan pudar begitu saja, yang efeknya tidak saja merusak pribadi masing-masing, akan tetapi masyarakat sekitar juga akan merasakan dampaknya. Karena rumah tangga adalah bagian terkecil dari kehidupan sosial, baik buruknya kehidupan sosial tergantung dengan baik buruknya kehidupan setiap rumah tangga.

Beberapa faktor penyebab hilangnya kasih sayang dalam rumah tangga di antaranya :

1. Berakhlak Buruk

Rasulullah SAW bersabda “Akhlak buruk akan menyebabkan hidup sulit dan batin tersiksa”. Akhlak yang buruk merupakan sifat yang jelek, dan sulit bahkan tidak mungkin bagi orang lain untuk menerimanya. Bila salah satu dari pasangan suami istri terjangkit akhlak buruk, maka ia akan mengubah rumah tangganya menjadi sebuah neraka.

Berakhlak buruk, baik dalam lingkungan kerja maupun lingkungan masyarakat dan lingkungan keluarga, adalah penyebab kesusahan bagi pelakunya maupun orang-orang sekitarnya. Dalam riwayat ditekankan “Jangan sampai kawin dengan orang yang akhlaknya buruk!” karena akhlak buruk menyebabkan kesedihan. Sebagaimana riwayat Imam Ali AS bahwa setengah dari penyebab ketuaan adalah sedih.

Tentunya berakhlak buruk di sini memiliki makna umum,seperti : galak, muka masam dan cemberut, berkata-kata pedas, mencaci maki dan lain-lain. Sifat-sifat yang ada ini, bila terdapat pada salah satu pasangan suami istri, maka kehidupan rumah tangga akan menjadi pahit dan suram. Yang pada akhirnya menyebabkan padamnya api kasih sayang di antara keduanya.

2. Mencari-cari Aib dan Kejelekan Orang Lain

Manusia, selain memiliki sisi kebaikan, ia juga memiliki sisi kejelekan. Tidak seorang pun berhak untuk mengharapkan orang lain sempurna. Orang yang selalu bersandar pada kekurangan orang lain, senantiasa curiga dan tidak merasa cukup dengan apa yang ada pada orang lain. Suami atau istri yang bersandar pada kesalahan pasangannya, sekecil-kecilnya kesalahan pasangannya akan dijadikan alasan untuk memarahinya. Bila suami atau istri demikian, maka pasangannya akan menjauhinya, dan kehidupan bagi mereka tidak menyenangkan lagi.

Bila kita ingin memiliki suasana yang hangat dalam kehidupan rumah tangga, mari kita lihat sisi positif pasangan kita. Sehingga kita tidak mudah marah, juga tidak membuat pasangan kita tersiksa. Bila pasangan kita berbuat salah atau berbuat sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginan kita, maka jangan spontan melakukan interaksi.

Mencari-cari kejelekan orang lain akan merusak hubungan yang sudah akrab sebelumnya. Bahkan akan menjadikan permusuhan. Sebaliknya memuji kelebihan orang lain akan membuat hubungan semakin akrab.

Dudukkan orang lain sebagai diri kita, jika kita senang orang lain menghormati kita maka kita hormati orang lain. Jika kita tidak suka orang lain berakhlak buruk kepada kita, maka jangan berakhlak buruk terhadap orang lain.

3. Tidak mau Memaafkan Kesalahan Orang Lain

Sejelek-jeleknya manusia adalah orang yang tidak mau memaafkan kesalahan orang lain. Pemaaf adalah salah satu dari sifat Allah. Barang siapa yang ingin mendapatkan ampunan ilahi, ia harus memiliki sifat pemaaf. Bagaimana mungkin seseorang akan diampuni oleh Allah, sementara ia sendiri tidak mau memaafkan kesalahan orang lain. Seseorang bisa mengetuk pintu Allah melalui sifat yang dimilikinya. Katakanlah seseorang mau minta ampun kepada Allah, maka ia harus memiliki sifat ilahi tersebut.

Orang yang tidak mau mengampuni kesalahan orang lain, akan membuat orang lain benci dan dendam kepadanya. Apalagi jika hal ini terjadi dalam sebuah rumah tangga. Yang seharusnya anggota keluarga memaafkan yang lainnya, malah keadaan dibikin lebih ruwet yang akibatnya lebih fatal.

4. Memasukkan Urusan Luar ke dalam Rumah Tangga

Seorang suami atau istri yang memiliki kesibukan di luar rumah, senantiasa berhadapan dengan berbagai macam bentuk sikap dan perilaku manusia. Bila suami atau istri di luar rumah bermasalah dengan rekan kerjanya, hal ini tidak perlu diceritakan kepada pasangannya. Mengapa demikian, karena suami atau istri akan menemukan titik kelemahan pasangannya, dan suatu saat akan dijadikan kunci untuk menjatuhkannya, bila terjadi percekcokan di antara keduanya.

Begitu juga, masing-masing pasangan suami istri jangan menceritakan kelebihan dan memuji-muji teman kerjanya; teman kerja perempuan maupun laki-laki, karena akan berakibat fatal. Misalnya; suami menceritakan kelebihan teman kerja perempuannya kepada istrinya, maka akan timbul kecurigaan pada istri terhadap suaminya. Begitu juga sebaliknya. Bila suami menceritakan kelebihan teman kerja prianya, maka istri akan membanding-bandingkan orang tersebut dengan suaminya.

Sementara, membanding-bandingkan apa yang kita miliki dengan apa yang dimiliki orang lain akibatnya adalah kita tidak merasa nyaman dengan apa yang kita miliki. Kita senantiasa merasa kurang dan lupa dengan pemberian Allah. Yang tampak di mata kita hanya kepunyaan orang lain, sehingga kita tidak mensyukuri apa yang diberikan Allah kepada kita. Orang yang senantiasa membanding-bandingkan pekerjaan, harta, posisi dan segala apa yang dimilikinya dengan apa yang dimiliki orang lain, ia tidak akan merasa tenang dalam hidupnya.

Jalan keluar, agar jangan sampai kita hanya melihat apa yang dimiliki orang lain adalah pertama, meyakini bahwa apa yang diberikan Allah kepada setiap hamba-Nya akan dimintai pertanggung jawaban. Kedua, kita harus melihat orang-orang yang kondisinya lebih rendah dari kita, sehingga kita akan senantiasa mensyukuri apa yang diberikan Allah kepada kita.

Masalah di luar rumah tangga tidak perlu diusung ke dalam lingkungan rumah tangga, begitu juga sebaliknya masalah dalam lingkungan rumah tangga tidak perlu dibawa keluar, bila pasangan suami istri ingin hidup tenang dan tenteram.

5. Tidak Mengungkapkan Rasa Kasih Sayang

Setiap manusia secara fitrah membutuhkan perhatian dan kasih sayang dari sesamanya. Perhatian dan kasih sayang kaitannya dengan hati. Namun bila tidak ditampakkan dengan bentuk perilaku dan sikap maka orang lain tidak akan memahaminya.

Berkaitan dengan kehidupan rumah tangga Rasulullah SAW bersabda “Ucapan seorang suami kepada istrinya “Aku mencintaimu” sama sekali tidak akan hilang dari hatinya”. Seseorang mengungkapkan kasih sayang kepada sesamanya, khususnya ungkapan kecintaan suami kepada istrinya, akan membuat istri memahami seberapa jauh kasih sayang suaminya kepadanya.

Pengungkapan kasih sayang bisa dilakukan dengan berbagai cara seperti; memberi hadiah, menelepon, meluangkan waktu untuk berbincang-bincang, bercanda, dan mengungkapkan dengan kata-kata. Ungkapan kasih sayang suami kepada istri adalah motor penggerak dalam kehidupan mereka.

Bila suami mengingat hari ulang tahun kelahiran istrinya, hari perkawinan mereka, kemudian mengadakan acara untuk mensyukuri ikatan suci ini, suami mengucapkan terima kasih atas segala jerih payah si istri, dan meminta maaf atas segala kesalahannya, maka kehidupan mereka akan lebih ceria dan menyenangkan, begitu juga kekhawatiran dan kesedihan yang menghantui pikiran istri tidak akan mampu memisahkan ikatan suci keduanya, dan tidak seorang pun bisa mewujudkan kedengkian di antara keduanya.

Dalam kehidupan rumah tangga, perlu adanya pengungkapan rasa kasih sayang dari kedua belah pihak, di berbagai kondisi. Bila suami atau istri berpikir bahwa kasih sayang hanya berurusan dengan hati, dan tidak perlu diungkapkan, maka kehidupan rumah tangga akan menjadi dingin dan senyap, dan kecintaan masing-masing terhadap pasangannya akan memudar.

Boleh jadi seseorang mudah untuk mengikat sebuah ikatan perkawinan, namun menjaga ikatan, perlu ilmu dan cara-cara yang diperlukan, karena pasangan kita bukan barang, melainkan orang. Orang yang memiliki perasaan. Di sinilah kita harus menjaga perasaan pasangan kita, agar ikatan suci perkawinan tetap terjaga sampai kita tua. :)

( Sumber tulisan : Emi Nur Hayati Ma’sum Said – Mahasiswi S2 Jurusan Tarbiyah Islamiyah & Akhlak di Universitas Jamiah Azzahra, Qom – Iran )

VN:F [1.9.12_1141]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)


Lelaki Hebat di Mata Wanita

LELAKI DAMBAAN WANITA | LAKI-LAKI IDAMAN WANITA

Lelaki yang hebat tidak selalu berarti lelaki perkasa yang mampu memuaskan pasangan di ranjang. Lebih jauh dari itu, hal yang lebih diinginkan perempuan sesungguhnya adalah kemampuan laki-laki untuk memahami perasaannya.

Berikut ini ciri-ciri laki-laki menawan menurut sebagian perempuan.

Memahami emosi
Perempuan adalah mahluk emosional. Ia sering tidak bisa mengabaikan perasaannya dalam bertindak, baik dalam aktivitas sehari-hari maupun seksual. Karena itu, lelaki pasangannya harus berusaha mengerti keinginan, harapan dan kesukaan pasangan perempuannya. Pada umumnya perempuan menginginkan kelembutan, tidak terburu-buru atau mungkin sebaliknya.

Memberi perhatian
Perempuan selallu senang diperhatikan. Dengan perhatian yang diberikan pasangan, perempuan akan merasa menjadi orang yang penting, dibutuhkan dan dihargai. Sebagai timbal baliknya, perempuan tidak akan segan memberi dan menyerahkan apa yang dibutuhkan, termasuk dalam hal seks. Bila sudah demikian, Anda juga kan yang akan diuntungkan? Perhatian tidak hanya harus berupa pemberian hadiah, tapi juga ucapan-ucapan cinta dan kemauan untuk mendengarkannya.

Pernyataan cinta
Percayalah, perempuan tidak akan pernah bosan mendengar pernyataan cinta Anda kepadanya.

Bagi lelaki, cinta adalah perbuatan. Tapi perempuan lebih yakin kalau ada pernyataan dan ungkapan dalam bentuk verbal dan artificial. Kata dan kalimat berbau cinta, puja-puji dan juga mimpi adalah pemenuhan kebutuhan emosionalnya. Simbol-simbol romantisme seperti bau wangi, kamar tidur indah, alunan musik, hingga sentuhan dan ciuman lembut adalah mimpi indah yang menjadi kenyataan.

Memahami tubuhnya
Perempuan amat menyenangi foreplay, saat tubuhnya dicumbu hingga ia benar-benar siap bercinta. Agar pasangan Anda makin cinta, Anda harus mempelajari titik-titik peka pada tubuhnya untuk menumbuhkan gairah bercinta.

Kuasai teknik dan gaya bercinta
Tentu saja, untuk menjadi lelaki hebat di tempat tidur, harus tahu dan menguasai pengetahuan bercinta yang maksimal. Dari olah seks bukan hanya dari tingkatan kontak organ vital (coitus), tapi juga foreplay yang menggairahkan dan afterplay yang menyenangkan. Juga bagaimana perempuan dapat mendapatkan orgasme, meskipun satu-satunya jaminan membuat kenikmatan yang memuaskan.

Mau melayani
Dengan peningkatan pendidikan, informasi dan juga pergeseran tata sosial dan budaya, kini bukan lagi jamannya lelaki ibarat raja yang harus dipenuhi keinginan dan dilayani kemauannya. Untuk lebih menghargai dan membahagiakan perempuan, kini lelaki harus menekan egoisme dengan memberikan pelayanan. Tanyalah apa keinginan dan apa yang membuatnya puas dan bahagia, penuhi dan lakukan dengan sepenuh hati.

Sehat
Apapun yang anda lakukan, hasilnya akan lebih maksimal jika anda dalam keadaan sehat jasmani dan rohani. Karena itu, jaga kondisi tubuh anda agar tetap sehat dan segar bugar. Obat dan berbagai suplemen mungkin membantu, tapi olahraga memadai, makanan yang sehat selalu diperlukan berapa pun usia anda agar tetap fit. Yang juga tak kurang penting adalah bagaimana belajar menstabilkan emosi. Sabar, dewasa dan tenang, jangan mudah terpancing emosi.***

VN:F [1.9.12_1141]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)


Mencari Kebahagiaan Hidup



TIPS MENDAPATKAN KEBAHAGIAAN HIDUP | KATA-KATA BIJAK KEBAHAGIAAN

KEBAHAGIAAN manusia ada bila ia bisa membuka mata hatinya, dan menyadari bahwa ia memiliki banyak hal yang berarti dan menyadari betapa ia dicintai. Manusia bisa bahagia, bila ia mau membuka diri agar orang lain bisa mencintainya dengan tulus.

KEBAHAGIAAN manusia tidak dapat hadir karena tidak mau membuka hati, dan berusaha meraih apa yang tidak dapat diraih, terlalu memaksa untuk mendapatkan segala yang diinginkan, tidak mau menerima dan mensyukuri apa yang ia miliki.

KEBAHAGIAAN bersumber dari dalam diri sendiri, jangan berharap dari diri orang lain, karena orang lain dapat mengkhianati. Kebahagiaan ada bila bisa menerima diri apa adanya, mencintai dan menghargai diri sendiri, mau mencintai dan menerima orang lain.

Keegoisan manusia yang menyebabkannya menjadi buta, keegoisan dan hanya memikirkan diri sendiri yang menyebabkan manusia tidak sadar bahwa ia begitu dicintai, tidak sadar bahwa saat ini apa yang ada adalah baik untuknya.

Begitu banyak sahabat yang begitu mencintai, tapi karena terlalu memilih, menilai dan menghakimi sendiri, justru sahabat sejati menjadi semakin jauh. Terlalu memilih sahabat membuat manusia tak dapat menyadari di depan mata ada sahabat sejati yang dibutuhkannya.

Tiap-tiap manusia memiliki arti dan peranan masing-masing, semua berbeda. Tidak ada yang memiliki arti yang sama persis. Punya peranan dan kelebihan disatu hal, tidak harus memiliki peranan dan arti dalam hal lain. Dicintai oleh satu orang belum tentu disayang oleh orang lain.

Percaya kepada Tuhan, bersyukur bahwa manusia selalu diberikan yang terbaik sesuai yang diperbuat manusia itu sendiri. Tak perlu berkeras hati, Ia akan memberi di saat yang tepat apa yang manusia butuhkan. Tidak harus saat ini, masih ada esok hari. Seperti yang sedang teralami, mendapat suatu cobaan dan kesusahan adalah jalan untuk dapat melihat kebahagiaan “menikmati kebahagiaan dalam kesusahaan hati”.

VN:F [1.9.12_1141]
Rating: 5.5/10 (35 votes cast)


Tips Pasangan Bahagia



RUMAH TANGGA BAHAGIA | NASEHAT PERNIKAHAN BAHAGIA

Pasangan yang bahagia tahu bahwa hubungan nyata dimulai saat masa bulan madu usai. Kecuali Anda tetap memelihara taman cinta itu, keindahannya akan sirna dan mati. Karena itu, peliharalah taman cinta Anda agar tercipta rumah tangga harmonis dan Anda akan mendapatkan keindahan dalam hidup berumah tangga. Anda bisa mencoba tips pasangan bahagia berikut ini :

1. Berangkat Tidur Bersama

Langkah itu memang terkesan sepele, bahkan mungkin luput dari perhatian Anda. Tapi menurut Dr Mark Goulston dalam buku The 6 Secrets of a Lasting Relationship, itu merupakan salah satu kunci kebahagiaan suami-isteri. Tentu itu mudah, tapi kadang Anda sulit melakukannya.

Goulston menyarankan Anda untuk selalu mengingat masa awal pernikahan. Kala itu, bukankah Anda tak sabar menunggu untuk berduaan di tempat tidur ?. Menurut dia, pasangan yang bahagia menolak berangkat tidur sendiri. Kalau pun nanti bangunnya tak bersama-sama, bukan masalah. Begitu pun saat bertengkar. Biasakan tetap berangkat tidur bersama-sama walau tak bicara. Usahakan untuk tetap bersenggolan tangan atau kaki. Dan hindarilah punggung-punggungan, karena itu akan menjauhkan Anda berdua.

2. Samakan Minat

Jangan mengecilkan arti aktivitas yang dapat Anda kerjakan bersama pasangan. Jika belum punya, menurut Goulston, pasangan yang bahagia biasanya mengusahakannya. Namun pada saat yang sama, tetaplah memelihara minat pribadi Anda. Dengan begitu Anda akan semakin menyukai pasangan Anda tanpa menjadi tergantung.

3. Jalan Bergandengan

Pasangan bahagia akan merasa nyaman jika berjalan sambil bergandengan tangan atau bersebelahan, ketimbang satu di depan, satu di belakang memandangi punggung. Rasanya memang aneh bagi yang tak biasa. Canggung memang, mungkin saja Anda malu untuk menunjukkan kemesraan di muka umum. Untuk itu tepis saja rasa malu, toh dia pasangan sah Anda. Cobalah !. Sekali mencoba pasti Anda akan keterusan. Dan rasakan sensasinya. Hati Anda berdua pun terasa makin lekat.

4. Cari Sisi Positif

Goulston menyarankan Anda untuk tidak mencari-cari kesalahan pasangan Anda. Pusatkan perhatian pada apa yang dilakukannya secara benar, bukan pada yang salah. Gampang memang bagi Anda untuk menemukan hal keliru yang dia lakukan. Anda pun sama juga selalu bisa menemukan hal benar. Jika dua-duanya mudah, mengapa Anda tak mencari hal yang benar. Karena itu akan membantu Anda membangun keharmonisan rumah tangga. Kata Goulston, pasangan bahagia lebih memilih sisi positif.

5. Saling Memaafkan

Itu juga bagian yang harus Anda perhatikan. Rumah tangga tanpa kepercayaan, sama saja dengan meniti petaka. Jadi, buatlah kepercayaan dan memaafkan sebagai pegangan baku dalam hubungan Anda. Kata Goulston, jika pasangan bahagia bertengkar atau berbeda pendapat dan tak bisa menyelesaikan, mereka akan mengutamakan rasa percaya dan memaafkan satu sama lain, bukan rasa tidak percaya dan tanpa ampun.

“Rasa aman berbicara tentang ketenangan batin. Seorang suami dapat merasakannya ketika ia tahu istrinya mempercayai dia dan komitmennya terhadap pernikahan mereka,” kata David dan Teresa Ferguson dalam bukunya *More Than Married*. Sedangkan rasa aman yang mungkin dirasakan istri, datang saat sang suami menolongnya lepas dari ketakutan lewat kata-kata penghiburan yang menenangkan dan penuh kasih. Komitmen terhadap pasangan dapat dikomunikasikan melalui dukungan yang sejati dan pujian yang tulus.

6. Saling Berpelukan

Saling berpelukan segera setelah bertemu sepulang kerja. Kulit kita, kata Dr. Goulston, memiliki memori tentang ‘sentuhan baik’ (cinta), ‘sentuhan buruk’ (pelecehan) dan ‘tanpa sentuhan’ (penolakan). Pasangan yang saat bertemu langsung berpelukan berarti memelihara ingatan kulitnya dengan ‘sentuhan baik’ dan memberi kehangatan.

7. Katakan Cinta

Jangan ragu untuk mengatakan cinta pada pasangan Anda. Ungkapkan saja, “Aku cinta padamu” atau bentuk perhatian lain, misalnya dengan mengatakan, “Baik-baik ya” pada pagi hari. Itu merupakan cara hebat untuk mendapatkan kesabaran dan toleransi menghadapi dunia luar yang tak teratur dan semrawut. Selain itu juga untuk meyakinkan pasangan bahwa Anda mencintai dia, juga wujud perhatian Anda.

8. Ucapkan Salam

Satu kata lagi yang kadang Anda lupa adalah salam menjelang tidur. Ucapkan “Selamat malam sayang” setiap malam menjelang tidur. Malah akan lebih berkesan jika ditambah dengan kecupan. Itu harus rutin Anda lakukan setiap malam, apa pun kondisi Anda. Tak peduli bagaimana perasaan Anda.

Menurut Goulston, hal itu akan mengingatkan pasangan Anda bahwa betapa pun Anda sedang marah tetap ingin bersamanya. Artinya, apa yang Anda berdua miliki lebih penting ketimbang kemarahan satu hari itu.

9. Membaca Hati

Bacalah cuaca hati pasangan Anda setiap saat. Usahakan untuk berbicara dengannya di sela-sela kesibukan kerjanya, dengan demikian Anda bisa menyesuaikan diri dengan suasana hatinya setelah bertemu. Tentu saja itu untuk menghindari konflik yang mungkin bisa terjadi. Memang sakit hati, kejengkelan, dan kebutuhan-kebutuhan yang tak bisa Anda penuhi, adalah hal-hal yang tak dapat dihindarkan dalam setiap hubungan dekat. Bahkan sepulang dari berbulan madu, hal-hal yang terjadi dalam keseharian dapat memunculkan kejengkelan-kejengkelan.

Ya, pernikahan memang dua pribadi tak sempurna yang bertekad menjadi satu dalam kedekatan yang permanen. Wajar jika muncul konflik. David dan Teresa Ferguson dalam bukunya *More Than Married* mengatakan jangan pernah berpikir bahwa dapat memiliki hubungan yang intim tanpa mengalami konflik. Namun usaha penyelesaian konflik yang benar dapat menambah keintiman dan mendatangkan kedamaian dalam pernikahan. Mengapa ?, “Karena hal ini membuat pasutri sama-sama merasa aman,” kata mereka.

10. Bangga Bersama

Anda harus merasa bangga terlihat bersama pasangan Anda. Itu akan membahagiakan dia. Pasangan yang bahagia senang bisa bersama-sama. Menurut Goulston biasanya itu ditunjukkan dengan sentuhan tanda sayang di antara mereka. Misalnya gandengan tangan, rangkulan, pelukan, elusan. “Bukan mau pamer, tapi hanya ingin mengatakan bahwa mereka saling memiliki,” kata dia.

VN:F [1.9.12_1141]
Rating: 5.0/10 (4 votes cast)